Responsive Ads Here

Senin, 17 Juni 2019

Gejala Kanker Kandung Kemih Dan Cara Mendiagnosanya

Kanker kandung kemih adalah kondisi dimana jaringan tak normal maupun tumor tumbuh pada dinding kandung kemih dan bersifat ganas. Organ kandung kemih memiliki manfaat untuk menampung urin sebelum dikeluarkan ketika buang air kecil. Orang yang menderita kanker kandung kemih biasanya orang yang berumur lanjut. Setelah ditangani, penderita butuh mengikuti pengujian lanjutan sebab kanker ini memiliki risiko besar untuk kembali kambuh.

Gejala Kanker Kandung Kemih Dan Cara Mendiagnosanya

Tidak hanya pada dinding kandung kemih, kanker kandung kemih pun bisa menyebar luas ke otot-otot yang ada di kurang lebih kandung kemih. Apabila Kamu mengalami keluhan adanya darah dalam urin sekalipun tak merasakan sakit, segera konsultasikan dengan dokter supaya memperoleh diagnosis cocok.

Gejala kanker kandung kemih yang umum diderita adalah adanya darah di dalam urin walau tak disertai dengan rasa nyeri. Beberapa gejala kanker kandung kemih lainnya adalah frekuensi buang air kecil makin tak jarang dengan jumlah urin yang dikeluarkan sedikit, tak jarang ingin buang air kecil dengan tiba-tiba, ada sensasi terbakar maupun perih ketika buang air kecil, sakit tahap punggung, dan tak jarang terkena infeksi saluran kemih.

Apabila kanker kandung kemih telah mencapai stadium lanjut dan mulai menyebar, beberapa gejala yang dirasakan adalah anemia, pembengkakan pada kaki, turunnya berat badan tanpa argumen jelas, sakit pada tulang punggung, dan sakit di daerah panggul alias dubur.

Kemunculan kanker kandung kemih didampakkan adanya perubahan pada sel dalam kandung kemih. Namun penyebab tentunya terbukti belum diketahui sampai sekarang. Beberapa studi menyatakan kanker kandung kemih tak jarang dikaitkan dengan infeksi parasit, merokok, paparan zat kimia, dan radiasi.

Ada pula beberapa faktor yang berpotensi menambah risiko seseorang terkena kanker kandung kemih. Diantaranya adalah pertambahan usia, berjenis kelamin laki-laki, ras kulit putih, sempat menjalani pengobatan kanker, faktor turunan, peradangan kandung kemih kronis, dan sedang mengonsumsi obat-obatan untuk diabetes.

Ketika Kamu merasakan gejala-gejala kanker kandung kemih, untuk memastikan bahwa Kamu tak mengidap penyakit lain, dokter bakal meperbuat diagnosis. Pengujian yang diperbuat dokter untuk mendiagnosis kanker kandung kemih diantaranya adalah tes pencitraan, sistoskopi, bipilihan, dan sitology urin.

Tes pencitraan diperbuat dengan MRI Scan, CT Scan, alias urogram intravena. Sistoskopi adalah prosedur dimana diperbuat pemasangan kamera kecil pada selang halus disertai dengan lampu untuk mengecek kandung kemih Anda. Pada bipilihan, dokter bakal mengambil sampel jaringan untuk diperiksa. Prosedurnya dikenal dengan istilah TURBT (transuretharal resection of bladder tumor).Sedangkan sitology urin adalah pengampilan sampel urin penderita untuk diteliti apakah mengandung sel kanker alias tidak.